Awal Mula: Ketika Musik dan K-pop Menjadi Bagian Hidupku
Aku pernah berada di titik di mana musik dan K-pop adalah bagian besar dari hidupku. Setiap hari, aku menghabiskan waktu mendengarkan lagu-lagu favorit, menonton video musik, dan mengikuti segala hal tentang idol yang kusukai. Rasanya menyenangkan, seperti punya dunia sendiri yang bisa jadi tempat pelarian ketika kenyataan terasa berat.
Namun, semakin lama, aku mulai menyadari sesuatu. Kebiasaan ini bukan hanya sekadar hobi, tapi sudah menjadi bagian dari keseharianku yang sulit dilepaskan. Ada rasa keterikatan yang begitu kuat, sampai terkadang aku merasa lebih mengenal dunia idol dibandingkan diriku sendiri.
Momen Kesadaran: Apakah Ini Masih Sejalan dengan Diriku?
Aku tidak bisa mengabaikan pertanyaan yang terus muncul di pikiranku: “Apakah ini masih sejalan dengan nilai dan prinsip yang ingin aku pegang?” Aku mulai merasa ada yang kurang dalam hidupku. Aku ingin lebih dekat dengan agama, lebih fokus pada hal-hal yang membawa manfaat jangka panjang, dan tidak lagi merasa terlalu bergantung pada hiburan yang hanya memberi kesenangan sesaat.
Tapi, di saat yang sama, aku tahu ini bukan keputusan yang mudah. Bagaimana bisa aku meninggalkan sesuatu yang sudah menjadi bagian besar dari hidupku selama ini?
Perjuangan Melepaskan: Tidak Semudah yang Dibayangkan
Keputusan untuk berhenti tidak terjadi dalam semalam. Awalnya, aku mencoba mengurangi, hanya mendengarkan musik sesekali. Tapi ternyata, semakin aku membiarkan celah itu terbuka, semakin sulit untuk benar-benar lepas.
Akhirnya, aku memilih untuk benar-benar berhenti. Aku menghapus semua playlist, meng-unfollow akun-akun yang berhubungan dengan K-pop, bahkan menghapus aplikasi yang sering kupakai untuk menonton konten idol. Aku juga mengganti kebiasaan itu dengan sesuatu yang lebih bermanfaat mendengarkan kajian, murrotal, dan podcast inspiratif.
Rasanya aneh di awal. Ada kekosongan yang muncul. Ada dorongan untuk kembali, terutama saat aku merasa bosan. Tapi aku terus mengingat alasan awal kenapa aku memutuskan ini.
Perubahan yang Aku Rasakan
Setelah beberapa waktu, aku mulai merasakan perubahan. Aku lebih tenang. Tidak ada lagi perasaan gelisah jika tidak update tentang idol atau musik terbaru. Waktuku lebih banyak untuk hal-hal yang lebih produktif. Aku juga merasa lebih dekat dengan nilai-nilai yang ingin aku jalani.
Dan yang paling penting, aku sadar bahwa aku masih tetap bisa menikmati hidup, bahkan tanpa musik dan K-pop. Aku tidak kehilangan apa-apa, justru aku menemukan sesuatu yang lebih bermakna.
Untuk Kamu yang Juga Ingin Berubah
Kalau kamu sedang berada di fase ingin meninggalkan sesuatu yang sudah lama menjadi bagian dari hidupmu, aku ingin bilang: perubahan itu tidak mudah, tapi juga bukan hal yang mustahil.
Mulailah dengan niat yang kuat. Ingatkan dirimu terus-menerus tentang alasan kenapa kamu ingin berubah.
Jangan takut merasa kehilangan. Terkadang, kita harus melepaskan sesuatu untuk memberi ruang pada hal yang lebih baik.
Cari pengganti yang lebih bermanfaat. Jangan biarkan kekosongan membuatmu kembali ke kebiasaan lama.
Bersabarlah dengan prosesnya. Tidak apa-apa kalau sesekali masih merasa rindu. Yang penting, kamu tetap melangkah ke arah yang lebih baik.
Berani berubah bukan berarti menghapus masa lalu, tapi memilih jalan yang lebih sejalan dengan diri kita saat ini. Dan itu adalah keputusan yang patut diperjuangkan.