Selasa, 11 Februari 2025

Berani Berubah: Perjalanan Meninggalkan Hal yang Tidak Lagi Sejalan

Awal Mula: Ketika Musik dan K-pop Menjadi Bagian Hidupku

Aku pernah berada di titik di mana musik dan K-pop adalah bagian besar dari hidupku. Setiap hari, aku menghabiskan waktu mendengarkan lagu-lagu favorit, menonton video musik, dan mengikuti segala hal tentang idol yang kusukai. Rasanya menyenangkan, seperti punya dunia sendiri yang bisa jadi tempat pelarian ketika kenyataan terasa berat.

Namun, semakin lama, aku mulai menyadari sesuatu. Kebiasaan ini bukan hanya sekadar hobi, tapi sudah menjadi bagian dari keseharianku yang sulit dilepaskan. Ada rasa keterikatan yang begitu kuat, sampai terkadang aku merasa lebih mengenal dunia idol dibandingkan diriku sendiri.

Momen Kesadaran: Apakah Ini Masih Sejalan dengan Diriku?

Aku tidak bisa mengabaikan pertanyaan yang terus muncul di pikiranku: “Apakah ini masih sejalan dengan nilai dan prinsip yang ingin aku pegang?” Aku mulai merasa ada yang kurang dalam hidupku. Aku ingin lebih dekat dengan agama, lebih fokus pada hal-hal yang membawa manfaat jangka panjang, dan tidak lagi merasa terlalu bergantung pada hiburan yang hanya memberi kesenangan sesaat.

Tapi, di saat yang sama, aku tahu ini bukan keputusan yang mudah. Bagaimana bisa aku meninggalkan sesuatu yang sudah menjadi bagian besar dari hidupku selama ini?

Perjuangan Melepaskan: Tidak Semudah yang Dibayangkan

Keputusan untuk berhenti tidak terjadi dalam semalam. Awalnya, aku mencoba mengurangi, hanya mendengarkan musik sesekali. Tapi ternyata, semakin aku membiarkan celah itu terbuka, semakin sulit untuk benar-benar lepas.

Akhirnya, aku memilih untuk benar-benar berhenti. Aku menghapus semua playlist, meng-unfollow akun-akun yang berhubungan dengan K-pop, bahkan menghapus aplikasi yang sering kupakai untuk menonton konten idol. Aku juga mengganti kebiasaan itu dengan sesuatu yang lebih bermanfaat mendengarkan kajian, murrotal, dan podcast inspiratif.

Rasanya aneh di awal. Ada kekosongan yang muncul. Ada dorongan untuk kembali, terutama saat aku merasa bosan. Tapi aku terus mengingat alasan awal kenapa aku memutuskan ini.

Perubahan yang Aku Rasakan

Setelah beberapa waktu, aku mulai merasakan perubahan. Aku lebih tenang. Tidak ada lagi perasaan gelisah jika tidak update tentang idol atau musik terbaru. Waktuku lebih banyak untuk hal-hal yang lebih produktif. Aku juga merasa lebih dekat dengan nilai-nilai yang ingin aku jalani.

Dan yang paling penting, aku sadar bahwa aku masih tetap bisa menikmati hidup, bahkan tanpa musik dan K-pop. Aku tidak kehilangan apa-apa, justru aku menemukan sesuatu yang lebih bermakna.

Untuk Kamu yang Juga Ingin Berubah

Kalau kamu sedang berada di fase ingin meninggalkan sesuatu yang sudah lama menjadi bagian dari hidupmu, aku ingin bilang: perubahan itu tidak mudah, tapi juga bukan hal yang mustahil.

Mulailah dengan niat yang kuat. Ingatkan dirimu terus-menerus tentang alasan kenapa kamu ingin berubah.

Jangan takut merasa kehilangan. Terkadang, kita harus melepaskan sesuatu untuk memberi ruang pada hal yang lebih baik.

Cari pengganti yang lebih bermanfaat. Jangan biarkan kekosongan membuatmu kembali ke kebiasaan lama.

Bersabarlah dengan prosesnya. Tidak apa-apa kalau sesekali masih merasa rindu. Yang penting, kamu tetap melangkah ke arah yang lebih baik.

Berani berubah bukan berarti menghapus masa lalu, tapi memilih jalan yang lebih sejalan dengan diri kita saat ini. Dan itu adalah keputusan yang patut diperjuangkan.

Believe in Yourself

 Haii, kali ini aku mau bahas tentang satu hal yang mungkin sudah sangat sering kita dengar. Pasti kalian sudah sering mendengar kalimat "believe in yourself". Believe in yourself atau percaya pada diri sendiri adalah salah satu kalimat yang sangat penting untuk kita percaya dan ucapkan ke-diri kita sendiri. Kenapa? Karena bagaimana kita ingin dipercayai orang lain kalau kita tidak percaya pada diri sendiri. 

Percaya pada diri sendiri bukan berarti kita harus merasa paling hebat atau tidak membutuhkan bantuan orang lain. Sebaliknya, ini tentang menyadari bahwa kita memiliki potensi, kekuatan, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan dalam hidup.

Namun, kenyataannya, percaya pada diri sendiri tidak selalu mudah. Ada kalanya kita merasa ragu, takut gagal, atau membandingkan diri dengan orang lain yang terlihat lebih sukses. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing? Tidak ada perjalanan yang benar-benar sama, dan itu tidak masalah.

Sering kali, ketidakpercayaan diri muncul karena kita terlalu fokus pada kekurangan dibandingkan kelebihan. Kita sibuk mencari validasi dari orang lain, padahal yang paling penting adalah bagaimana kita memandang diri sendiri. Kalau kita terus meragukan kemampuan kita, bagaimana mungkin orang lain bisa percaya pada kita?

Jadi, bagaimana cara membangun kepercayaan diri?

  1. Kenali dan hargai kelebihan diri sendiri
    Setiap orang punya keunikan dan kekuatan masing-masing. Coba luangkan waktu untuk menulis hal-hal yang kamu kuasai atau hal-hal kecil yang pernah kamu lakukan dengan baik. Ini bisa membantu mengingatkan bahwa kamu memiliki banyak hal yang patut dibanggakan.

  2. Berhenti terlalu keras pada diri sendiri
    Tidak ada yang sempurna, dan melakukan kesalahan adalah bagian dari belajar. Daripada terus menyalahkan diri sendiri saat gagal, lebih baik jadikan itu sebagai pengalaman untuk tumbuh dan berkembang.

  3. Keluar dari zona nyaman
    Rasa percaya diri tumbuh ketika kita berani menghadapi tantangan. Cobalah hal-hal baru, bahkan jika terasa menakutkan. Setiap keberhasilan kecil bisa menjadi bukti bahwa kamu mampu.

  4. Kurangi membandingkan diri dengan orang lain
    Tidak masalah melihat orang lain sebagai inspirasi, tetapi jangan sampai itu membuatmu merasa kurang berharga. Fokuslah pada perjalananmu sendiri dan terus berkembang sesuai versimu sendiri.

  5. Ingat bahwa proses lebih penting daripada hasil
    Percaya pada diri sendiri juga berarti menghargai setiap langkah kecil yang kita ambil. Jangan hanya melihat tujuan akhir, tapi nikmati prosesnya dan banggalah pada dirimu sendiri atas setiap usaha yang sudah kamu lakukan.

Pada akhirnya, percaya pada diri sendiri bukanlah suatu yang instan, tetapi bisa dilatih sedikit demi sedikit. Jangan menunggu orang lain meyakinkanmu bahwa kamu berharga, mulailah dengan meyakinkan dirimu sendiri. Kamu lebih kuat dari yang kamu kira, dan kamu pantas untuk percaya pada dirimu sendiri!

Berani Berubah: Perjalanan Meninggalkan Hal yang Tidak Lagi Sejalan

Awal Mula: Ketika Musik dan K-pop Menjadi Bagian Hidupku Aku pernah berada di titik di mana musik dan K-pop adalah bagian besar dari hidupku...